Dalam upaya memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kompetensi seni para pendidik, Yayasan Jidris Assalam menyelenggarakan program pelatihan alat musik tradisional gamelan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran guru dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Membangun Harmoni dari Titik Nol

Ada hal menarik dalam pelatihan kali ini. Meskipun para peserta memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, seluruh peserta memulai pelatihan dari tingkat dasar (nol). Langkah ini diambil agar terjadi penyetaraan pemahaman dan teknik dasar permainan gamelan di seluruh unit pendidikan Jidris Assalam.

Kurikulum Pelatihan yang Terstruktur

Pelatihan yang dipandu oleh instruktur seni profesional ini mencakup beberapa tahapan penting:

  • Pengenalan Instrumen: Mengenal fungsi masing-masing alat seperti saron, bonang, kendang, hingga gong.
  • Teknik Tabuhan: Mempelajari cara memukul dan meredam nada (patet) yang benar.
  • Notasi Dasar: Memahami sistem titilaras (notasi) tradisional.
  • Latihan Ansambel: Praktik memainkan satu komposisi lagu secara bersama-sama untuk melatih kepekaan rasa dan kerja sama tim.

Investasi Masa Depan

Melalui pelatihan ini, Yayasan Jidris Assalam berharap gamelan tidak hanya menjadi pajangan di sekolah, tetapi menjadi media pembelajaran yang aktif. Ke depannya, seni gamelan diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang mampu membentuk generasi muda yang cerdas secara akademik namun tetap rendah hati dan bangga akan akar budayanya sendiri.